• Posted by : Ariel Nicho Feb 19, 2013



    MEJA KAYU SAKSI AIR MATA!!


    Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

    Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

    Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu, "ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini." Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

    Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.

    Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?". Anaknya menjawab, "AKU SEDANG MEMBUAT MEJA KAYU BUAT AYAH DAN IBU UNTUK MAKAN SAAT KU BESAR NANTI. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan." Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

    Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.

    -------------------

    PESAN :

    Jangan pernah abaikan orang tua yang tidak bisa berbuat apa-apa karena lanjut usia. Uruslah dengan berbesar hati, sebab suatu saat kamu akan menjadi orang tua. Dan DOA orang tua kepada anak-anaknya selalu melimpah tanpa mengharapkan balasan.





    Sekian dulu pemberitahuan dari saya..
    See you in my next pages..
    Bye gan..!!


    *jangan lupa komentarnya ya gan.. :D

    -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
    DAFTAR ISI :

    0 comments

    Peraturan yang harus diikuti ketika membuat komentar :
    1. Tidak Membuat Link Aktif
    2. Tidak SPAM
    3. Menggunakan Bahasa Yang Sopan
    4. Tidak Berhubungan Dengan SARA, Seks, dan Judi

    Selamat Berkomentar..
    Terima Kasih Atas Kerjasamanya.. ^_^

    Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show Emoticon

  • Copyright © 2013 - Nisekoi - All Right Reserved

    ANS Home Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan