Renungan | Surat Cinta Tuhan
Surat Cinta Tuhan.
Kepada : KAMU
Tanggal : HARI INI
Perihal : DIRIMU
Ini AKU,
... AKU yang akan menangani semua masalahmu..
Catatan :
Dan ingat,
Bila Dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri,
Jangan berusaha menyelesaikan masalah itu. Tetapi, letakkanlah saja masalah itu diboxKU utk KUselesaikan.. AKU akan menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yang AKU tentukan sendiri.
Semua masalahmu PASTI akan AKU selesaikan, tetapi sesuai jadwalKU, bukan jadwalmu. Setelah semua masalahmu kamu letakkan dalam Box, janganlah kamu pikirkan & khawatirkan.
Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal-hal BAIK yang sedang terjadi padamu sekarang.
Bila kamu terjebak kemacetan dijalan, Janganlah marah,
Sebab masih banyak orang di Dunia ini yang tidak pernah naik mobil seumur hidupnya.
Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja,
Berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur bertahun-tahun tanpa pekerjaan.
Bila kamu sedih karena hubungan keluarga dan orang yang kamu kasihi, pikirkanlah orang-orang yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai.
Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang-orang yang harus lembur siang malam tanpa libur untuk menghidupi keluarga & anak-anaknya.
Bila kendaraanmu mogok & mengharuskan kamu berjalan kaki,
Janganlah marah, Pikirkanlah orang-orang cacat yang sangat ingin merasakan berjalan diatas kaki sendiri.
Bila kamu merenungi makna hidupmu di Dunia ini & merenungi apa tujuan hidup mu ini ? Bersyukurlah O:). Karena banyak orang yang tidak punya kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka.
ketahuilah Aku menyediakan yang terbaik untukmu^^
With Love,
GOD
Sekian dulu pemberitahuan dari
saya..
See you in my next pages..
Bye gan..!!
*jangan lupa komentarnya ya gan.. :D
See you in my next pages..
Bye gan..!!
*jangan lupa komentarnya ya gan.. :D
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
DAFTAR ISI :
Renungan | Tujuan Masalah adalah Menguatkan
Tujuan MASALAH adalah MENGUATKAN.
Ketika kita bisa menyelesaikan masalah sendiri, artinya TUHAN mempercayakan masalah itu kepada kita. Tetapi, ketika kita tidak bisa menyelesaikan sebuah masalah itu, seringkali kita menganggap bahwa TUHAN tidak menjawab permintaan kita.
Ketahuilah...........!
Ketika kita seolah tersesat dalam masalah, seolah tidak ada jalan keluar, artinya TUHAN menginginkan kita untuk berhenti sejenak dan meminta petunjuk-Nya. Adakah kita melakukan hal tersebut....? Atau justru kita mengeluh...?
Setiap kita pasti ada masalah, entah pun itu masalah kecil, sedang dan besar. Tapi, renungkanlah mulai hari ini dan ketahulah mulai hari ini. Ketika masalahmu seolah tidak ada jalan keluar, artinya TUHAN menginginkan kita datang terlebih dahulu pada-Nya.
Percayakan masalahmu pada-Nya, dan tetaplah fokus dalam melakukan KEBAIKAN. Jangan biarkan masalah menghambat kebaikan-kebaikan yang akan kau bagikan pada orang lain.

Sekian dulu pemberitahuan dari
saya..
See you in my next pages..
Bye gan..!!
*jangan lupa komentarnya ya gan.. :D
See you in my next pages..
Bye gan..!!
*jangan lupa komentarnya ya gan.. :D
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
DAFTAR ISI :
Sistem Pembelajaran | Memotivasi Siswa Di Kelas
Dimasa modern ini, banyak sekali sistem-sistem pembelajaran yang muncul. Ada yang melalui media tekhnologi, bahkan ada yang melakukan observasi ke luar sekolah.
Dalam artikel saya ini, saya akan memberikan satu sistem pembelajaran. Yaitu "5 Sistem Pembelajaran dari Given".
Barbara Given (2002) mengembangkan pendekatan gaya pembelajaran yang komprehensif
dengan memasukkan lima sistem pembelajaran. Yakni:
► Emosi
► Sosial
► Kognisi
► Fisik
► Refleksi
Dalam banyak kasus, pembelajaran dilakukan dengan orang lain. Pembelajaran tidak harus selalu demikian, namun sering kolaborasi dengan orang lain dapat meningkatkan hasil pengalaman pembelajaran. Akan tetapi, bekerja dengan orang lain secara konstruktif mengharuskan adanya kepercayaan diri dan keyakinan diri. Penting kita membantu orang lain mengembangkannya. Bebarapa orang merasa nyaman bekerja sama dengan orang lain dan mampu melakukannya menurut insting, tetapi sebagian orang lain tidak nyaman dan tidak mampu. Penting kita menyadari hal ini dan pembelajar yang tidak memiliki keyakinan diri perlu dukungan di bidang ini.
♣ Kognisi → pengaturan diri
Pengaturan diri mengacu ke pengendalian pembelajaran yang merupakan salah satu faktor paling sukses dalam pembelajaran efektif. Pengendalian meliputi:
a) Memacu pembelajaran yakni kecepatan ketika seseorang bekerja terutama dalam rangka memenuhi tenggat waktu.
b) Memahami tugas sering pembelajar mengerjakan tugas tanpa memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang harus dilakukan, yakni tugas itu sebenarnya mengharuskan pembelajar melakukan apa.
c) Memiliki perencanaan yang jelas pengendalian pembelajaran mencakup mampu membuat perencanaan dan mengurutkan langkah yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.
d) Mengakses sumber daya bagian dari pengendalian pembelajaran adalah mampu mengetahui jenis sumber daya yang paling tepat dan dukungan yang harus diakses.
♣ Fisik → pengendalian diri
Perhatian merupakan salah satu faktor kunci pertama pembelajaran. Hingga tahap tertentu, perhatian melibatkan pengendalian fisik untuk melaksanakan dan bertahan pada tugas tertentu. Sering pembelajar yang menderita kesulitan perhatian tidak memiliki pengendalian diri yang baik dan ditandai dengan perilaku impulsif yang menunjukkan bukti kurangnya pengendalian diri secara fisik.
♣ Refleksi → penilaian atau pemeriksaan diri
Refleksi (pemikiran mendalam) mengenai pembelajaran merupakan tahap lanjut dalam proses pembelajaran. Pembelajar yang mampu memikirkan pembelajaran secara mendalam biasanya mengembangkan keterampilan metakognisi dengan baik. Kondisi ini berarti mereka mampu mengoreksi diri dan berpikir mendalam mengenai tugas--dan yang penting bagaimana cara mereka rnengerjakan tugas yang lalu dan yang akan datang. Pembelajar yang memiliki keterampilan refleksi biasanya merupakan pembelajar yang efisien karena mereka dapat menggunakan strategi mapan yang sama untuk pembelajaran baru. Mereka lebih memberi perhatian pada 'bagaimana' bukannya 'apa itu' pembelajaran.
Pembelajaran harus dilihat sebagai proses dan Reid (2005) menyatakan bahwa dengan menggunakan gaya pembelajaran sebagai sarana pengajaran berarti mengembangkan pendekatan berbasis luas terhadap gagasan kurikulum proses dan pembedaan pengajaran (differential pedagogy). Maksudnya adalah kurikulum, seperti kita tahu, harus dipandang dari perspektif berbeda. Saat ini, isi kurikulum tampak menjadi komponen kunci dan memang dalam banyak kasus merupakan satu-satunya komponen. Jika gaya pembelajaran dipilih secara serius maka perencanaan kurikulum perlu memertimbangkan pertanyaan bagaimana dan juga apa, seiain itu pendekatan mengajar aktual perlu dibedakan untuk pembelajar berbeda. Gaya pembelajaran harus dimuat dan dimasukkan ke dalam tahap perencanaan.
Dalam artikel saya ini, saya akan memberikan satu sistem pembelajaran. Yaitu "5 Sistem Pembelajaran dari Given".
Lima Sistem Pembelajaran dari Given
Barbara Given (2002) mengembangkan pendekatan gaya pembelajaran yang komprehensif
dengan memasukkan lima sistem pembelajaran. Yakni:
► Emosi
► Sosial
► Kognisi
► Fisik
► Refleksi
Sistem pembelajaran menurut Given dipandu oleh faktor genetik, tetapi lingkungan rnenentukan respons orang terhadap situasi pembelajaran yang berbeda-beda. Karena itu, kuncinya adalah saling berkaitnya antara pengaruh sistem pembelajaran individu dan lingkungan individu. lmplikasi sistem pembelajaran Giyen pada bidang pendidikan ditunjukkan di bawah ini:
♣ Emosi → pengarahan diri
Pengarahan diri merupakan faktor penting dalam pembelajaran efektif. Pembelajar harus yakin pada diri sendiri dan memiliki kepercayaan diri untuk mengambil risiko dalam belajar. Kepercayaan diri ini ingin diraih oleh semua pembelajar, namun beberapa pembelajar tidak pernah mencapai level ini namun masih dapat menjadi pembelajar efektif dengan menggunakan metode pembelajaran lain, misalnya dengan mengikuti perintah atau bekerja sama dengan orang lain.
♣ Sosial → keyakinan diri
♣ Emosi → pengarahan diri
Pengarahan diri merupakan faktor penting dalam pembelajaran efektif. Pembelajar harus yakin pada diri sendiri dan memiliki kepercayaan diri untuk mengambil risiko dalam belajar. Kepercayaan diri ini ingin diraih oleh semua pembelajar, namun beberapa pembelajar tidak pernah mencapai level ini namun masih dapat menjadi pembelajar efektif dengan menggunakan metode pembelajaran lain, misalnya dengan mengikuti perintah atau bekerja sama dengan orang lain.
♣ Sosial → keyakinan diri
♣ Kognisi → pengaturan diri
Pengaturan diri mengacu ke pengendalian pembelajaran yang merupakan salah satu faktor paling sukses dalam pembelajaran efektif. Pengendalian meliputi:
a) Memacu pembelajaran yakni kecepatan ketika seseorang bekerja terutama dalam rangka memenuhi tenggat waktu.
b) Memahami tugas sering pembelajar mengerjakan tugas tanpa memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang harus dilakukan, yakni tugas itu sebenarnya mengharuskan pembelajar melakukan apa.
c) Memiliki perencanaan yang jelas pengendalian pembelajaran mencakup mampu membuat perencanaan dan mengurutkan langkah yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.
d) Mengakses sumber daya bagian dari pengendalian pembelajaran adalah mampu mengetahui jenis sumber daya yang paling tepat dan dukungan yang harus diakses.
♣ Fisik → pengendalian diri
Perhatian merupakan salah satu faktor kunci pertama pembelajaran. Hingga tahap tertentu, perhatian melibatkan pengendalian fisik untuk melaksanakan dan bertahan pada tugas tertentu. Sering pembelajar yang menderita kesulitan perhatian tidak memiliki pengendalian diri yang baik dan ditandai dengan perilaku impulsif yang menunjukkan bukti kurangnya pengendalian diri secara fisik.
♣ Refleksi → penilaian atau pemeriksaan diri
Refleksi (pemikiran mendalam) mengenai pembelajaran merupakan tahap lanjut dalam proses pembelajaran. Pembelajar yang mampu memikirkan pembelajaran secara mendalam biasanya mengembangkan keterampilan metakognisi dengan baik. Kondisi ini berarti mereka mampu mengoreksi diri dan berpikir mendalam mengenai tugas--dan yang penting bagaimana cara mereka rnengerjakan tugas yang lalu dan yang akan datang. Pembelajar yang memiliki keterampilan refleksi biasanya merupakan pembelajar yang efisien karena mereka dapat menggunakan strategi mapan yang sama untuk pembelajaran baru. Mereka lebih memberi perhatian pada 'bagaimana' bukannya 'apa itu' pembelajaran.
Pembelajaran Merupakan Proses – Peran Kurikulum
Pembelajaran harus dilihat sebagai proses dan Reid (2005) menyatakan bahwa dengan menggunakan gaya pembelajaran sebagai sarana pengajaran berarti mengembangkan pendekatan berbasis luas terhadap gagasan kurikulum proses dan pembedaan pengajaran (differential pedagogy). Maksudnya adalah kurikulum, seperti kita tahu, harus dipandang dari perspektif berbeda. Saat ini, isi kurikulum tampak menjadi komponen kunci dan memang dalam banyak kasus merupakan satu-satunya komponen. Jika gaya pembelajaran dipilih secara serius maka perencanaan kurikulum perlu memertimbangkan pertanyaan bagaimana dan juga apa, seiain itu pendekatan mengajar aktual perlu dibedakan untuk pembelajar berbeda. Gaya pembelajaran harus dimuat dan dimasukkan ke dalam tahap perencanaan.

Sekian dulu pemberitahuan dari
saya..
See you in my next pages..
Bye gan..!!
Selamat mencoba..
*jangan lupa komentarnya ya gan.. :D
See you in my next pages..
Bye gan..!!
Selamat mencoba..
*jangan lupa komentarnya ya gan.. :D
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
DAFTAR ISI :
Memastikan Kesiapan | Memotivasi Siswa Di Kelas
Berikut informasinya :
Waktu merupakan faktor penting bagi kesiapan emosi siswa untuk pembelajaran. Beberapa siswa merupakan pembelajar pagi, sore, atau malam, dan perbedaan waktu ini menimbulkan perbedaan cara mereka merasakan tugas.
Keadaan ini dapat dipastikan dengan meminta pembelajar membayangkan mereka harus mengerjakan tugas yang sangat sulit dan jika mereka memiliki pilihan bebas tentang kapan mengerjakan tugas, mereka akan memilih jam berapa? Beberapa pembelajar mungkin tidak memikirkan jam berapa harus mengerjakannya, dan mungkin mengharuskan adanya dorongan untuk membantu mereka menyadari bahwa mereka memiliki preferensi waktu.
Pra-Tugas
- Identifikasikan gagasan utama topik tertentu
- Diskusikan gagasan utama satu demi satu dengan siswa
- Pastikan level pengetahuan pada setiap gagasan utama
- Identifikasikan gagasan yang baru atau belum dikenal oleh pembelajar
- Diskusikan gagasan tersebut sebelum mengerjakan tugas
Selama Mengerjakan Tugas
- Bertanyalah kepada siswa apakah ia memiliki target
- Apakah mereka memerlukan penjelasan lebih lanjut?
- Apakah mereka memerlukan sumber daya lebih banyak?
- Apa lagi yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan tugas>
- Apa langkah berikutnya?
Setelah Mengerjakan Tugas
- Apakah mereka berpikir mereka akan berhasil mengerjakan tugas?
- Apa yang mereka anggap mudah/sulit?
- Apa yang seharusnya mereka ketahui sebelum mereka mulai mengerjakan tugas?
(Pertanyaan terakhir merupakan pertanyaan penting karena berkaitan dengan cara mereka mempersiapkan pengerjaan tugas)
Waktu Siang Hari
Waktu merupakan faktor penting bagi kesiapan emosi siswa untuk pembelajaran. Beberapa siswa merupakan pembelajar pagi, sore, atau malam, dan perbedaan waktu ini menimbulkan perbedaan cara mereka merasakan tugas.
Keadaan ini dapat dipastikan dengan meminta pembelajar membayangkan mereka harus mengerjakan tugas yang sangat sulit dan jika mereka memiliki pilihan bebas tentang kapan mengerjakan tugas, mereka akan memilih jam berapa? Beberapa pembelajar mungkin tidak memikirkan jam berapa harus mengerjakannya, dan mungkin mengharuskan adanya dorongan untuk membantu mereka menyadari bahwa mereka memiliki preferensi waktu.
Pengetahuan Mengenai Subjek dan Tugas
Ada sejumlah alasan mengapa pembelajar tidak siap emosinya ketika mengerjakan tugas. Alasan ini meliputi pemahaman akan dasar dan latar belakang pengetahuan yang diperlukan. Pemahaman ini dapat dicek seperti digambarkan di bawah ini (lihat memastikan kesiapan) dan pastikan pembelajar memiliki pemahaman latak belakang untuk mengerjakan tugas, karena pemahaman itu sendiri memberikan keperecayaan emosi yang besar.

Sekian dulu pemberitahuan dari
saya..
See you in my next pages..
Bye gan..!!
*jangan lupa komentarnya ya gan.. :D
See you in my next pages..
Bye gan..!!
*jangan lupa komentarnya ya gan.. :D
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
DAFTAR ISI :
Resep F, P, dan R Ganda | Memotivasi Siswa Di Kelas
Resep F, P, dan R Ganda
Feeling (perasaan)
- tanyakan kepada mereka bagaimana perasaan mereka ketika mengerjakan tugas
Feedback (umpan balik)
- Beri umpan balik kepada mereka mengenai apa yang telah mereka capai dalam
mengerjakan tugas
Perspective (sudut pandang)
- letakkan ke sudut pandang mereka apa yang harus mereka capai
Process (proses)
- bicarakan dengan pembelajar proses dan tunjukkan dengan jelas apa yang harus
mereka kerjakan secara berurutan
Reasons (alasan)
- tunjukkan alasan bagi perasaan apa pun karena adanya keadaan yang berlebihan
mengapa keadaan ini bisa terjadi
Realign (penyusunan ulang)
- ini mengenai sasaran dan pengharapan sehingga penyusunan ulang berkaitan
dengan pembelajar yang menyarankan beberapa sasaran yang dicapai?

Sekian dulu pemberitahuan dari
saya..
See you in my next pages..
Bye gan..!!
*jangan lupa komentarnya ya gan.. :D
See you in my next pages..
Bye gan..!!
*jangan lupa komentarnya ya gan.. :D
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
DAFTAR ISI :
Subscribe to:
Posts (Atom)
